My Story Beneath of Hidden Treasure

Post Top Ad

Kamis, 06 Oktober 2022

Mengenal Gelar SCL, Gelar yang Didapat dari SDG Academy

 

Gelar adalah bagian dari identitas untuk menunjukkan keahlian dan/atau keterampilan kita. Beberapa yang memilikinya bangga, biasa saja, namun tidak sedikit menjadikannya penting karena mempengaruhi hajat hidup yang lain seperti kenaikan pangkat yang dapat meningkatkan pendapatan. Walau hal ini tidak diberlakukan untuk semua kasus. Misalnya saya, hehe..

 


Sampai saat ini saya memiliki  dua gelar akademik dari universitas, dan satu gelar non universitas. Dua gelar yang saya dapat pertama S.I.Kom yaitu Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dari S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro jalur SMPTN dan Master of Arts  (M.A) dari S2 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada jalur Tugas Belajar BNN dan beasiswa Kominfo. Kalo ada yang tanya kenapa yang di UGM bukan M.I.Kom walaupun komunikasi juga? Ya karena kalau menurut gelar internasional, Ilmu Komunikasi bagian dari sosial dan seni jadi lulusannya diharapkan seorang master dibidang seni ya.. atau Arts. Master of Arts ini sebagai kontras dari gelar Master of Science (M.Sc) yang merupakan lulusan S2 jurusan ilmu alam.

 

Berbeda dengan dua gelar akademik saya yang perlu menghabiskan waktu 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2, gelar yang ingin saya bahas ini tidak perlu menghabiskan waktu sebanyak itu. Satu gelar non universitas saya yang disebut SDG Certified Leader (SCL) ini saya dapatkan melalui kelas daring selama lima bulan dari SDG Academy. Bagi beberapa PNS yang lain, tambahan gelar ini bisa berpengaruh signifikan terhadap karir mereka. Meskipun saya belum begitu paham apakah gelar non-akademik ini dapat diusulkan ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) sebagaimana gelar akademik yang lain yang saya miliki sebelumnya.

 

Wisuda Hybrid SDG Academy

SDG academy merupakan Lembaga Pendidikan/ akademi yang didirikan atas Kerjasama UNDP (United Nation Development Program), BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), dan Tanoto Foundation yang merupakan Lembaga amal kenamaan dari Jepang. Sedang SDG adalah singkatan dari Sustainable Development Goals, semoga ga terasa asing ya.. Dimana SDG ini merupakan visi-misi sekaligus program mulia untuk mewujudkan surga di bumi ini.

Program yang inovatif ini belum lama berdiri, bahkan saya sendiri adalah angkatan ketiga (kalo tidak salah) yang pesertanya berasal dari seluruh Indonesia termasuk saya . Siswa pesertanya terdiri dari seluruh elemen masyarakat yang berpengalaman di bidangnya, jadi ya suatu kehormatan bisa terpilih. Karena disini saya juga mewakili atas nama institusi (meskipun tanpa diutus, tapi setidaknya diketahui karena meminta izin), hehe

 


Setelah mendapat ilmu teori dan praktik secara penuh sebagaimana syarat minimal kelulusan, maka para siswa ini dapat dinyatakan lulus program dan di wisuda. Alhamdulillah, hampir seluruh peserta lulus dan diwisuda yang kemudian diberikan pilihan untuk daring atau luring. Kalau daring melalui zoom seperti biasa, sedangkan jika luring langsung ke kampus SDG Academynya.

 

 

Gelar SDG Certified Leader (SCL)

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa diperkirakan ya.. materi yang di dapat adalah selain pengenalan program SDGs dari para narsum yang keren, ya peserta  emang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang diharapkan dapat mengakselerasi program SDGs ya..

 

SDG Certified Leader (SCL) artinya Pemimpin SDGs yang tersertifikasi yang diakui oleh SDG Academy. SDG Academy sendiri secara otomatis terakui oleh UNDP, Bappenas, dan Tanoto foundation. Jadi seperti apakah peran dan kiprah para leader ini dalam mewujudkan SDGs ? Kita lihat saja ya..

Untuk yang Kepo seperti apa? Saya tautkan Linknya dibawah ini

 https://www.sdgacademyindonesia.id/id/

 

 

Epilog :

Ada cerita yang unik dari cerita wisuda yang harusnya bisa saya ikuti di Jakarta, sayangnya tidak diberi perpanjangan waktu saat saya mengikuti salah satu Konferensi Internasional. Sehingga saat teman2 SDG lain yang pada hari minggu baru sampai Jakarta untuk mengikuti wisuda, hari minggu itu saya pulang karena selesai dari konferensi Internasional. Meski demikian tetap saya syukuri atas kesempatan belajar ini.  Baik di SDG Academy, maupun mengikuti konferensi-konferensi Internasional.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar